6 Cara Menjaga Fungsi Paru bagi Penderita PPOK

Avatar of Liputan1
6 Cara Menjaga Fungsi Paru bagi Penderita PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah penyakit yang menyebabkan hambatan aliran udara secara menetap. Keluhan yang sering muncul meliputi sesak napas, batuk berkepanjangan, dan produksi dahak. Pada sebagian orang, aktivitas sederhana seperti berjalan atau mengenakan pakaian pun dapat terasa melelahkan.

Kerusakan paru akibat PPOK umumnya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Namun, pengobatan dan kebiasaan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala, mempertahankan kemampuan beraktivitas, serta mengurangi risiko perburukan. Berikut enam cara menjaga fungsi paru bagi penderita PPOK yang bisa diterapkan bersama arahan dokter.

6 Cara Menjaga Fungsi Paru bagi Penderita PPOK

1. Berhenti merokok dan hindari asap rokok

Berhenti merokok merupakan langkah terpenting bagi penderita PPOK yang masih merokok. Paparan asap rokok terus-menerus memicu peradangan dan mempercepat penurunan fungsi paru. Manfaat berhenti merokok tetap ada meskipun seseorang sudah lama merokok atau telah mengalami gejala berat.

Jika sulit berhenti, mintalah bantuan tenaga kesehatan. Konseling, dukungan keluarga, serta obat atau terapi pengganti nikotin dapat dipertimbangkan sesuai kondisi medis. Buat rumah dan kendaraan sebagai area bebas asap rokok, lalu kenali pemicu keinginan merokok agar lebih mudah mengatasinya.

Jangan menganggap rokok elektronik sebagai pilihan yang aman bagi paru. Aerosolnya dapat mengandung zat yang mengiritasi saluran napas. Hindari pula paparan asap rokok dari orang lain.

2. Kurangi paparan polusi dan bahan iritan

Debu, asap kendaraan, asap pembakaran sampah, serta uap bahan kimia dapat memperburuk keluhan PPOK. Di dalam rumah, asap dari kayu bakar, obat nyamuk bakar, dupa, dan produk pembersih beraroma menyengat juga bisa menjadi pemicu.

Perhatikan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar. Saat polusi tinggi, kurangi kegiatan di dekat jalan ramai dan pilih waktu atau lokasi dengan udara lebih bersih. Beberapa langkah di rumah meliputi:

  • Membersihkan debu dengan lap lembap agar tidak beterbangan.
  • Mengurangi penggunaan produk semprot dan pewangi menyengat.
  • Memastikan ventilasi memadai ketika kualitas udara luar baik.
  • Menghindari pembakaran bahan apa pun di dalam ruangan.

Jika pekerjaan melibatkan debu atau bahan kimia, diskusikan perlindungan dan penyesuaian kerja dengan tenaga kesehatan serta pengelola tempat kerja.

3. Gunakan obat sesuai resep dan periksa teknik inhaler

Obat PPOK membantu membuka saluran napas dan, pada pasien tertentu, mengendalikan peradangan. Jenis obat ditentukan berdasarkan gejala, riwayat perburukan, dan hasil evaluasi dokter. Tidak semua penderita membutuhkan kombinasi obat yang sama.

Gunakan obat pemeliharaan sesuai jadwal meskipun sedang merasa lebih baik. Pahami juga perbedaan antara obat rutin dan obat pelega yang digunakan sesuai petunjuk saat gejala meningkat. Jangan menghentikan atau menambah dosis sendiri.

Teknik inhaler sangat memengaruhi jumlah obat yang mencapai paru. Bawa inhaler saat kontrol dan minta dokter, perawat, atau apoteker memeriksa cara penggunaannya karena tiap perangkat dapat berbeda. Bila menggunakan kortikosteroid hirup, berkumurlah lalu buang air kumurnya setelah pemakaian.

Terapi oksigen hanya digunakan bila diresepkan. Jangan mengubah alirannya tanpa arahan, dan jauhkan perangkat oksigen dari rokok maupun sumber api.

4. Tetap aktif melalui latihan yang disesuaikan

Sesak sering membuat penderita PPOK menghindari aktivitas. Sayangnya, kurang bergerak dapat melemahkan otot sehingga kegiatan sehari-hari justru terasa semakin berat. Aktivitas fisik yang sesuai membantu meningkatkan kebugaran dan efisiensi kerja otot, meskipun tidak mengembalikan jaringan paru yang rusak.

Tanyakan tentang rehabilitasi paru, yaitu program yang dapat mencakup latihan fisik, edukasi, dan dukungan pengelolaan penyakit. Saat kondisi stabil, dokter mungkin menyarankan jalan santai atau latihan ringan, dimulai beberapa menit lalu ditingkatkan bertahap sesuai toleransi.

Teknik bernapas dengan bibir mengerucut juga dapat membantu sebagian orang mengendalikan sesak:

  1. Rilekskan bahu dan tarik napas perlahan melalui hidung.
  2. Kerucutkan bibir seperti hendak bersiul.
  3. Hembuskan napas perlahan, lebih lama daripada saat menarik napas, tanpa memaksa.

Jangan memaksakan latihan saat gejala memburuk. Hentikan aktivitas bila muncul nyeri dada, pusing, atau sesak yang jauh lebih berat daripada biasanya.

5. Jaga asupan gizi dan berat badan

Penderita PPOK dapat mengalami penurunan berat badan karena kebutuhan energi meningkat sementara nafsu makan berkurang. Sebaliknya, berat badan berlebih juga dapat menambah beban saat bernapas. Karena itu, sasaran berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Pilih makanan beragam yang mengandung protein, sayur, buah, serta sumber karbohidrat. Protein dari ikan, telur, tahu, atau tempe membantu mempertahankan massa otot. Jika mudah sesak atau cepat kenyang saat makan, cobalah porsi kecil dengan frekuensi lebih sering dan beristirahat sebelum makan.

Cukupi cairan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bila memiliki penyakit jantung atau ginjal yang memerlukan pembatasan cairan. Konsultasikan penurunan berat badan tanpa disengaja kepada dokter atau ahli gizi. Tidak ada makanan atau suplemen yang terbukti dapat menyembuhkan PPOK.

6. Cegah infeksi dan lakukan kontrol berkala

Infeksi saluran napas dapat memicu eksaserbasi, yaitu perburukan gejala PPOK yang melebihi variasi sehari-hari. Untuk mengurangi risikonya, cuci tangan secara teratur, hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan pertimbangkan penggunaan masker di tempat ramai sesuai situasi serta toleransi.

Diskusikan vaksinasi influenza tahunan, COVID-19 sesuai rekomendasi terbaru, serta pneumokokus berdasarkan usia dan kondisi kesehatan. Vaksin membantu menurunkan risiko penyakit tertentu dan komplikasinya, tetapi tidak menggantikan pengobatan rutin.

Lakukan kontrol sesuai jadwal untuk mengevaluasi gejala, fungsi paru bila diperlukan, dan efektivitas obat. Mintalah rencana tindakan tertulis agar Anda mengetahui langkah yang harus diambil ketika sesak, batuk, atau dahak bertambah. Jangan memulai antibiotik atau steroid oral sendiri kecuali sesuai rencana dokter.

Kenali Tanda Perburukan yang Memerlukan Pertolongan

Hubungi tenaga kesehatan segera bila sesak meningkat, obat pelega dibutuhkan lebih sering, dahak berubah, atau muncul demam. Penanganan dini dapat membantu mencegah kondisi semakin berat.

Segera ke IGD jika sesak sangat berat, sulit berbicara karena kehabisan napas, bibir tampak kebiruan, muncul kebingungan, atau terdapat nyeri dada. Jangan hanya mengandalkan latihan pernapasan untuk menghadapi keadaan tersebut.

Menjaga fungsi paru pada PPOK membutuhkan langkah yang konsisten. Dengan menghindari paparan berbahaya, mengikuti pengobatan, dan menjaga aktivitas sesuai kemampuan, penderita dapat mengupayakan kualitas hidup yang lebih baik bersama tim kesehatan.