7 Gejala Asma pada Orang Dewasa yang Sering Diabaikan

Avatar of Liputan1
7 Gejala Asma pada Orang Dewasa yang Sering Diabaikan

Batuk malam hari, cepat kehabisan napas, atau dada terasa terikat sering dianggap akibat kelelahan dan kurang olahraga. Padahal, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan asma, terutama jika muncul berulang, berubah-ubah intensitasnya, atau dipicu kondisi tertentu.

Asma adalah penyakit peradangan kronis saluran napas yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas secara bervariasi. Penyakit ini bisa baru muncul saat dewasa, meskipun seseorang tidak memiliki riwayat asma ketika kecil. Berikut 7 gejala asma pada orang dewasa yang sering diabaikan. Sebagian merupakan gejala utama, sedangkan lainnya adalah pola keluhan atau dampaknya. Semuanya tetap perlu dinilai bersama, bukan dijadikan dasar diagnosis sendiri.

Kenali Gejala dan Pola Keluhannya

1. Batuk berulang, terutama malam atau dini hari

Batuk akibat asma sering terasa lebih mengganggu pada malam atau dini hari. Batuk dapat bersifat kering dan muncul setelah tertawa, berolahraga, atau menghirup udara dingin. Pada sebagian orang, batuk menjadi keluhan dominan tanpa mengi yang jelas, suatu pola yang dikenal sebagai asma varian batuk. Namun, batuk juga bisa disebabkan infeksi, refluks asam lambung, atau gangguan hidung dan sinus.

2. Napas berbunyi mengi yang datang dan pergi

Mengi adalah bunyi seperti siulan, biasanya lebih terdengar saat mengembuskan napas. Suaranya kadang samar dan hanya muncul ketika terkena pemicu, misalnya debu atau asap rokok. Karena tidak terjadi terus-menerus, keluhan ini mudah diabaikan. Tidak adanya mengi tidak menyingkirkan asma, dan bunyi mengi sendiri juga dapat ditemukan pada penyakit lain yang memerlukan pemeriksaan.

3. Sesak saat melakukan aktivitas yang biasanya terasa ringan

Naik tangga atau berjalan cepat memang dapat membuat napas lebih cepat. Namun, waspadai bila aktivitas yang sebelumnya mudah kini berulang kali menimbulkan sesak, terutama jika disertai batuk atau mengi. Pada asma, keluhan dapat muncul selama atau sesudah olahraga. Jangan langsung menyimpulkannya sebagai kurang bugar, karena anemia, gangguan jantung, dan penyakit paru lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa.

4. Dada terasa berat atau seperti terikat

Asma dapat menimbulkan sensasi dada tertekan, penuh, atau terasa seperti diikat. Keluhan ini tidak selalu berupa nyeri tajam dan dapat menyertai batuk maupun sesak. Perhatikan apakah rasa tidak nyaman berulang setelah paparan pemicu. Meski demikian, nyeri dada baru atau berat tidak boleh otomatis dianggap asma, terutama jika disertai keringat dingin, pusing, atau nyeri menjalar.

5. Tidur terganggu karena batuk atau sulit bernapas

Terbangun pada malam hari karena batuk, mengi, atau sesak merupakan pola yang perlu diperhatikan. Bila terjadi berulang, gangguan tidur ini dapat mengindikasikan asma yang belum terkontrol pada orang yang sudah didiagnosis. Pada orang yang belum pernah diperiksa, keluhan tersebut perlu dievaluasi karena refluks, apnea tidur, dan gangguan jantung juga bisa menyebabkan masalah pernapasan malam hari.

6. Cepat lelah dan kemampuan beraktivitas menurun

Kelelahan bukan gejala khusus asma. Namun, tidur yang terganggu serta keluhan pernapasan saat bergerak dapat membuat seseorang merasa kurang bertenaga dan tanpa sadar mengurangi aktivitas. Misalnya, mulai menghindari tangga karena takut batuk atau sesak. Jika perubahan stamina disertai keluhan napas yang berulang, sampaikan keduanya kepada dokter. Kelelahan saja tidak cukup untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki asma.

7. Batuk atau sesak berlarut setelah infeksi saluran napas

Infeksi virus dapat memicu atau memperburuk gejala asma. Polanya bisa berupa batuk, mengi, atau sesak yang menetap setelah gejala pilek lainnya membaik, atau berulang setiap kali terkena infeksi. Meski demikian, batuk pascainfeksi juga sering terjadi tanpa asma. Pemeriksaan diperlukan jika keluhan tidak kunjung membaik, berlangsung beberapa minggu, atau disertai sesak yang mengganggu.

Pola Pemicu Membantu Mengenali Asma

Gejala asma biasanya berubah dari waktu ke waktu: kadang ringan, kadang memburuk, dan bisa tidak terasa di antara episode. Pemicu berbeda pada setiap orang. Beberapa paparan yang perlu dicatat meliputi:

  • Asap rokok, vape, polusi udara, atau aroma menyengat.
  • Alergen seperti tungau debu rumah, jamur, atau serpihan kulit hewan.
  • Olahraga, udara dingin, dan infeksi saluran napas.
  • Debu, uap, atau bahan kimia di tempat kerja.

Jika keluhan lebih berat saat bekerja dan membaik ketika libur, beri tahu dokter. Pola tersebut dapat membantu menilai kemungkinan asma yang berkaitan dengan pekerjaan.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Buat janji pemeriksaan jika batuk, mengi, sesak, atau dada terasa berat muncul berulang, mengganggu tidur, atau membatasi aktivitas. Dokter akan menilai riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, dan biasanya mempertimbangkan spirometri untuk menilai aliran udara serta respons terhadap obat pelega. Bila hasil awal normal tetapi dugaan asma masih kuat, pemeriksaan ulang atau tes tambahan mungkin diperlukan.

Catat waktu munculnya gejala, kemungkinan pemicu, serta obat yang digunakan. Jangan meminjam inhaler atau mendiagnosis asma hanya berdasarkan daftar gejala. Jika asma terkonfirmasi, pengobatan umumnya mencakup obat inhalasi yang mengandung kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan, dengan pilihan regimen disesuaikan oleh dokter. Teknik penggunaan inhaler dan rencana tindakan asma juga penting.

Tanda Bahaya yang Memerlukan Pertolongan Segera

Segera cari pertolongan darurat jika sesak berat atau cepat memburuk, sulit berbicara dalam kalimat penuh, bibir tampak kebiruan, muncul kebingungan atau mengantuk tidak wajar, atau obat pelega yang diresepkan tidak membantu. Dada yang tidak lagi terdengar mengi saat sesak berat bukan selalu tanda membaik; aliran udara bisa sangat terbatas. Ikuti rencana tindakan asma jika tersedia sambil mencari bantuan, dan jangan menunda pertolongan.

Mengenali keluhan sejak awal membantu Anda mendapatkan pemeriksaan yang tepat. Dengan penanganan yang sesuai, banyak orang dengan asma dapat tidur lebih nyaman dan tetap aktif.