Cara Pakai Inhaler Asma yang Benar agar Obat Bekerja Maksimal

Avatar of Liputan1
Cara Pakai Inhaler Asma yang Benar agar Obat Bekerja Maksimal

Inhaler membantu mengantarkan obat langsung ke saluran napas untuk mengendalikan asma. Namun, obat tidak akan bekerja optimal jika teknik penggunaannya kurang tepat. Kesalahan seperti menyemprot sebelum menarik napas atau menghirup terlalu cepat dapat membuat lebih banyak obat tertinggal di mulut dan tenggorokan.

Cara pakai inhaler asma yang benar agar obat bekerja maksimal bergantung pada jenis alatnya. Panduan berikut membahas teknik dasar, tetapi tetap ikuti petunjuk produk dan arahan dokter atau apoteker karena setiap perangkat dapat memiliki langkah berbeda.

Kenali Jenis dan Fungsi Inhaler Anda

Sebelum menggunakan inhaler, periksa nama obat, dosis, dan jenis perangkatnya. Jangan mengandalkan warna kemasan karena warna tidak selalu menunjukkan fungsi yang sama.

  • Inhaler dosis terukur bertekanan atau pMDI: mengeluarkan obat sebagai semprotan saat tabung ditekan. Pengguna perlu menyelaraskan semprotan dengan tarikan napas perlahan.
  • Inhaler serbuk kering atau DPI: mengandalkan kekuatan tarikan napas untuk membawa serbuk obat ke paru-paru.
  • Inhaler kabut lembut: menghasilkan kabut obat dengan mekanisme berbeda. Cara menyiapkan dan mengaktifkannya perlu mengikuti panduan khusus perangkat.

Obat pengontrol digunakan sesuai jadwal untuk mengendalikan peradangan, sedangkan obat pelega digunakan sesuai rencana penanganan gejala. Kombinasi tertentu yang mengandung kortikosteroid inhalasi dan formoterol dapat diresepkan sebagai pengontrol sekaligus pelega. Tidak semua inhaler pengontrol boleh digunakan untuk meredakan serangan.

Cara Memakai Inhaler Semprot Tanpa Spacer

Langkah berikut berlaku untuk pMDI konvensional yang diaktifkan dengan menekan tabung, bukan semua jenis inhaler.

  1. Siapkan alat. Buka penutup, pastikan bagian mulut bersih dan tidak tersumbat, lalu periksa penghitung dosis jika tersedia. Kocok sesuai petunjuk produk; banyak pMDI perlu dikocok sebelum setiap semprotan, tetapi tidak semuanya.
  2. Lakukan priming bila diperlukan. Inhaler baru atau yang lama tidak digunakan mungkin perlu disemprotkan ke udara terlebih dahulu. Ikuti jumlah semprotan dan ketentuan pada kemasan.
  3. Duduk atau berdiri tegak. Pegang inhaler sesuai posisi yang dianjurkan, umumnya tegak dengan bagian mulut di bawah.
  4. Hembuskan napas perlahan. Keluarkan napas sejauh yang nyaman, menjauh dari inhaler.
  5. Rapatkan bibir pada bagian mulut. Pastikan lidah tidak menutupi lubang keluarnya obat.
  6. Mulai menarik napas perlahan melalui mulut, lalu segera tekan tabung satu kali. Teruskan tarikan napas secara perlahan dan dalam sampai paru-paru terasa penuh. Jangan menghirup dengan cepat atau menyemprot setelah tarikan napas selesai.
  7. Tahan napas. Lepaskan inhaler dari mulut, lalu tahan napas hingga sekitar 10 detik atau selama yang nyaman. Setelah itu, hembuskan perlahan.
  8. Ulangi jika diresepkan. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, ikuti jeda pada petunjuk produk, sering kali sekitar 30–60 detik. Siapkan kembali inhaler sesuai instruksi sebelum mengulang.

Menggunakan Spacer agar Koordinasi Lebih Mudah

Spacer adalah tabung perantara yang dipasang pada inhaler semprot yang kompatibel. Alat ini membantu mengurangi kebutuhan menyelaraskan tekanan tabung dengan tarikan napas, serta mengurangi obat yang tertinggal di mulut.

  1. Siapkan inhaler, lalu pasang pada spacer sesuai petunjuk.
  2. Hembuskan napas menjauh dari alat. Rapatkan bibir pada bagian mulut spacer. Jika memakai masker, pastikan masker menutup hidung dan mulut tanpa celah.
  3. Tekan inhaler satu kali saja, lalu segera hirup perlahan dan dalam melalui spacer.
  4. Tahan napas hingga sekitar 10 detik atau selama nyaman. Jika tidak mampu menarik napas dalam, bernapaslah biasa melalui spacer sekitar 4–6 kali, sesuai petunjuk perangkat.
  5. Untuk dosis berikutnya, ulangi proses satu semprotan setiap kali. Jangan memasukkan beberapa semprotan sekaligus.

Anak kecil biasanya membutuhkan spacer dengan masker dan bantuan orang dewasa. Mintalah tenaga kesehatan memastikan ukuran masker dan tekniknya tepat. Spacer tidak digunakan untuk inhaler serbuk kering.

Cara Memakai Inhaler Serbuk Kering

Berbeda dari inhaler semprot, DPI umumnya membutuhkan tarikan napas yang cepat, kuat, dan dalam sejak awal. Teknik menyiapkan dosis berbeda menurut perangkat.

  1. Buka dan siapkan satu dosis sesuai petunjuk, misalnya dengan memutar bagian alat atau menggeser tuas. Jangan mengocok kecuali petunjuk produk menyatakannya.
  2. Hembuskan napas sejauh yang nyaman, menjauh dari alat. Jangan meniup ke bagian mulut karena kelembapan dapat merusak serbuk.
  3. Rapatkan bibir pada bagian mulut tanpa menutup lubang udara perangkat.
  4. Hirup melalui mulut dengan cepat, kuat, dan dalam sesuai petunjuk alat.
  5. Lepaskan inhaler, tahan napas hingga sekitar 10 detik atau selama nyaman, kemudian hembuskan menjauh dari perangkat.
  6. Tutup kembali dan simpan di tempat kering.

Jika Anda sulit menghasilkan tarikan napas yang cukup kuat, mintalah dokter menilai kecocokan perangkat. Tidak terasa atau tidak terasanya rasa obat bukan penentu keberhasilan dosis; jangan langsung mengulang tanpa arahan.

Perawatan Setelah Menggunakan Inhaler

  • Berkumur setelah obat kortikosteroid inhalasi. Kumur dengan air lalu buang, jangan ditelan, untuk membantu mengurangi risiko sariawan jamur dan suara serak. Jika memakai masker, bersihkan wajah setelahnya.
  • Bersihkan sesuai panduan. Beberapa bagian plastik pMDI boleh dicuci setelah tabung logam dilepas, tetapi tidak semua perangkat sama. DPI umumnya cukup dilap kering. Rawat spacer sesuai petunjuk produsennya.
  • Pantau sisa obat. Periksa penghitung dosis dan tanggal kedaluwarsa. Adanya bunyi atau semprotan tidak selalu berarti dosis obat masih tersedia.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan umum meliputi memakai teknik tarikan napas yang sama untuk semua inhaler, tidak merapatkan bibir, menunda menghirup setelah menyemprot ke spacer, dan menghentikan obat pengontrol saat merasa sehat tanpa arahan dokter.

Bawa inhaler saat kontrol dan demonstrasikan cara Anda memakainya. Pemeriksaan teknik secara berkala penting, terutama setelah berganti perangkat atau ketika gejala belum terkendali.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Temui dokter bila gejala makin sering, tidur terganggu, atau kebutuhan obat pelega meningkat. Jangan menaikkan dosis sendiri di luar rencana aksi asma yang telah disepakati.

Segera cari pertolongan darurat bila sesak berat, sulit berbicara dalam kalimat, bibir tampak kebiruan, mengantuk atau bingung, atau obat pelega sesuai rencana tidak membantu. Gunakan obat pelega sesuai rencana aksi sambil mencari bantuan, bukan menunda pertolongan untuk terus mencoba teknik inhaler.