Liputan1.com, Jakarta – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi strategis di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Kobaran api yang berkecamuk tak terkendali telah menyisakan pemandangan pilu, di mana sebagian besar struktur bangunan kini tinggal kerangka hangus dengan jelaga hitam pekat menyelimuti sisi luar gedung, menjadi saksi bisu amukan si jago merah.
Pukul 23.50 WIB, tim Liputan1.com yang berada di lokasi kejadian mengamati bahwa jilatan api masih terlihat membara, terutama pada lantai-lantai atas gedung. Asap hitam tebal membumbung tinggi ke langit malam ibu kota, membentuk kolom kelabu yang terlihat jelas dari kejauhan. Sesekali, puing-puing material bangunan yang terbakar terlihat berjatuhan ke bawah, menambah ketegangan di area sekitar.
Bagian gedung yang telah dilalap api menunjukkan kerusakan parah, dengan dinding-dinding yang gosong dan hanya menyisakan rangka beton serta baja yang meliuk akibat panas ekstrem. Tim pemadam kebakaran (damkar) tanpa henti menyemprotkan air untuk mendinginkan area yang telah terbakar, sebuah upaya krusial untuk mencegah api kembali menyala atau menyebar ke bagian lain. Di sisi lain, beberapa titik api masih terlihat berkobar besar, memancar dari dalam gedung hingga menjilat jendela-jendela, menandakan intensitas kebakaran yang luar biasa.
Dinamika operasional pemadaman berlangsung maraton, melibatkan puluhan unit mobil damkar yang mengepung gedung dari berbagai sisi. Sirine yang meraung-raung memecah keheningan malam, sementara para personel damkar bergerak cepat dan terkoordinasi. Dilaporkan, lebih dari 100 personel damkar telah dikerahkan ke lokasi sejak laporan pertama diterima pada pukul 21.30 WIB, berjuang keras melawan ganasnya api.
Gedung Bapenda DKI Jakarta merupakan salah satu fasilitas vital bagi pemerintah provinsi dalam mengelola keuangan daerah. Sebagai Badan Pendapatan Daerah, institusi ini bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pendapatan daerah, termasuk penerimaan pajak dan retribusi. Kerusakan parah pada gedung ini berpotensi menimbulkan gangguan signifikan terhadap operasional pelayanan publik dan pengelolaan data keuangan penting bagi ibu kota.

Lokasi gedung di kawasan Gambir juga menambah kompleksitas situasi. Gambir dikenal sebagai jantung pemerintahan dan pusat aktivitas strategis di Jakarta, dengan banyak kantor pemerintahan penting lainnya berada dalam radius yang relatif dekat. Meskipun tidak ada laporan mengenai ancaman langsung terhadap bangunan sekitar, kepulan asap tebal dan potensi penyebaran api selalu menjadi kekhawatiran yang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.
Upaya pemadaman api menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketinggian gedung dan intensitas kobaran api yang tinggi. Petugas damkar harus menggunakan tangga hidrolik dan peralatan khusus untuk mencapai lantai atas, sambil tetap waspada terhadap bahaya reruntuhan material yang jatuh. Koordinasi antarunit dan pasokan air yang memadai menjadi kunci dalam operasi penanggulangan bencana berskala besar seperti ini.
Selama proses pemadaman berlangsung, area sekitar gedung Bapenda DKI Jakarta telah diamankan dan diberlakukan pembatasan akses. Langkah ini penting untuk menjamin keselamatan warga dan memfasilitasi pergerakan unit-unit darurat. Meskipun belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran, insiden ini dipastikan akan menjadi subjek investigasi menyeluruh oleh pihak berwenang setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Penyelidikan mendalam nantinya akan melibatkan tim dari kepolisian dan laboratorium forensik untuk mengumpulkan bukti dan menentukan pemicu kebakaran. Fokus akan diberikan pada analisis titik awal api, pola penyebarannya, serta kemungkinan adanya faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap besarnya dampak kerusakan. Transparansi dalam proses investigasi sangat diharapkan untuk memberikan kejelasan kepada publik.
Pasca-pemadaman, langkah-langkah darurat akan segera diambil untuk menilai tingkat kerusakan struktural gedung, memastikan keamanan area, serta merencanakan upaya pemulihan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan akan segera menyusun rencana kontingensi untuk memastikan kelangsungan layanan Bapenda kepada masyarakat, mungkin melalui relokasi sementara atau pengalihan operasional ke fasilitas lain. Insiden ini menjadi pengingat penting akan urgensi standar keselamatan kebakaran yang ketat di setiap fasilitas publik.
Sumber: news.detik.com






